Selamat Ulang Tahun!

Ada usia-usia tertentu yang datang bukan hanya membawa pertambahan angka, tetapi juga membawa banyak pertanyaan.

Tentang masa depan. Tentang pekerjaan. Tentang keluarga. Tentang mimpi-mimpi yang dulu terlihat dekat, lalu perlahan terasa menjauh seiring bertambahnya umur.

Dan hari ini, 12 Mei, perempuan yang kucintai berusia dua puluh tiga tahun.

Di luar sana, mungkin orang-orang sedang sibuk merayakan ulang tahun dengan gemerlap lampu kota, makan malam, hadiah, atau foto-foto bahagia yang diunggah ke media sosial. Sementara di sini, aku justru duduk cukup lama memikirkan bagaimana caranya menulis sesuatu yang jujur untuk seseorang yang selama ini sama-sama sedang memperjuangkan hidup.

Aku ingin mengatakan bahwa aku minta maaf. Iya. Aku minta maaf.

Maaf karena selama ini aku belum bisa datang dengan banyak hal. Aku belum bisa menjadi lelaki yang mapan. Belum bisa membelikan hadiah yang pantas. Belum bisa membuatmu merasa hidupmu lebih mudah.

Yang kumiliki hanya diriku sendiri, seorang laki-laki yang masih sering kalah oleh keadaan, masih sering cemas memikirkan hari esok, dan masih belajar bagaimana caranya tetap berdiri di tengah hidup yang kadang terasa begitu melelahkan.

Namun semakin dewasa, aku mulai mengerti satu hal, kadang manusia tidak benar-benar membutuhkan kemewahan untuk bertahan. Kadang manusia hanya butuh seseorang yang berkata, “aku tahu hidupmu berat, tapi ayo kita lalui bersama.”

Dan selama ini, kamu menjadi itu bagiku.

Di tengah dunia yang makin bising dan terburu-buru, kamu adalah salah satu hal yang masih terasa hangat. 

Sebab hidup memang sering tidak ramah kepada orang-orang seusia kita. Kita tumbuh di zaman ketika harga kebutuhan naik terlalu cepat, pekerjaan semakin sulit, dan manusia dipaksa terus terlihat baik-baik saja meski diam-diam sedang hancur. Kita melihat banyak orang perlahan kehilangan harapan, kehilangan tenaga, bahkan kehilangan dirinya sendiri.

Aku tahu kamu juga lelah.

Aku tahu ada malam-malam ketika kamu memikirkan masa depan terlalu jauh sampai dadamu terasa sesak. Aku tahu ada ketakutan-ketakutan yang tidak selalu bisa kamu ceritakan. Aku tahu ada hari-hari ketika kamu merasa dunia berjalan terlalu cepat sementara kita masih tertatih memperjuangkan hidup.

Dan justru karena itu aku ingin mengatakan ini.

Bukan hanya untuk merayakan ulang tahunmu. Tetapi untuk mengingatkanmu bahwa sejauh ini, kamu sudah bertahan dengan sangat baik.

Dua puluh tiga tahun bukan usia yang mudah. Ada banyak luka yang berhasil kamu lewati untuk sampai di titik ini. Ada banyak kecewa yang diam-diam kamu telan sendiri. Ada banyak hari ketika kamu tetap tersenyum meski isi kepalamu sedang berisik. Dan aku bangga kepadamu.

Bangga karena di tengah dunia yang keras, kamu masih bisa menjadi manusia yang lembut. Bangga karena setelah semua hal yang melelahkan itu, kamu masih mampu peduli pada orang lain. Bangga karena bahkan ketika hidup terasa tidak adil, kamu masih memilih bertahan.

Aku mungkin belum punya banyak hal untuk kuberikan. Tapi kalau ada satu hal yang ingin kupastikan malam ini, adalah kamu yang tidak sedang berjalan sendirian.

Kalau suatu saat nanti hidup terasa terlalu berat, istirahatlah sebentar. Kalau dunia terasa terlalu bising, pulanglah. Kalau kamu mulai kehilangan harapan, genggam tanganku sedikit lebih erat. Kita mungkin belum sampai ke mana-mana. Tapi setidaknya, sampai hari ini, kita masih di sini. Masih mencoba. Masih bertahan. Masih percaya bahwa hidup suatu hari nanti akan lebih ramah kepada dua orang yang terlalu lama dipaksa kuat oleh keadaan.

Dan mungkin cinta memang sesederhana itu. Bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan tentang siapa yang tetap tinggal ketika hidup sedang sama-sama sulit.

Selamat ulang tahun, perempuan kesayanganku.

Semoga di umurmu yang ke-23 ini, semesta lebih lembut kepadamu. Semoga langkahmu dijauhkan dari hal-hal yang ingin menghancurkanmu. Semoga hatimu tetap hangat meski dunia berkali-kali mencoba membuatmu dingin. Dan semoga, di tengah manusia-manusia yang datang lalu pergi, kita tetap menjadi dua orang yang memilih saling menemani sampai sejauh mungkin. Iya. Sejauh mungkin.



Serta Mulia, dan Panjang Umur!



Komentar

Postingan Populer